Apa itu toleransi?

_20160804_085952

Pict by @withtolerance link: https://www.instagram.com/p/BBHsHVChv-s/

Hidup di negeri ini, hari ini benar-benar payah. Payah bagaimana? Bagaimana mungkin aku memahami bahwa penduduk disini adalah orang-orang santun ala ketimuran namun kriminal dan kejahatan juga terjadi di waktu yang sama?

Itu hanya sebagian, tidak semua.

Bagaimana mungkin aku memahami bahwa negeri ini adalah tanah surga? Surga untuk siapa? Surga bagi orang-orang yang memang sudah tidak butuh surga imajinasi setelah hari kebangkitan?

Maksudmu bagaimana?

Bagaimana aku ingin percaya, Nusantara ini berdiri dengan jerih payah pahlawan terdahulu, mengorbankan jiwa dan raga, semuanya. Tapi kini? Masyarakat hari ini saling memecahkan lainnya. Tiada lagi rasa persatuan, hanya ada dengki dan kebencian?

Tahu apa kau soal perpecahan?

Negeri ini, terbentuk melalui kerja keras, tidak bercanda! Bagaimana mungkin orang-orang asing selalu memperebutkan tanah ini namun masyarakat kini malah meributkan hal-hal yang tidak penting?

Tidak penting bagaimana?

Kau tahu, baru-baru ini hatiku hancur. Kau tahu agama? Ya. Aku juga memilikinya. Namun apakah pantas sesama masyarakat disini saling menyingkirkan hanya soal agama? Mari kita duduk sejenak. Agama adalah kepercayaan, keteguhan hati, dan kemurnian diri dalam bertindak. Tindakan semena-mena dan anarki, justru menciderai agama itu sendiri. Sayang sekali, agama yang begitu suci ternyata harus tergadai oleh pemeluk dan pengikutnya yang belum tentu paham atas agama itu sendiri.

Hey bung. To the point saja!

Begini, Indonesia berdiri di atas agama-agama yang memang diyakini. Sudah di sahkan oleh pemerintahan kita sejak negeri ini berdiri. Dan hanya kini, serta sebelumnya, sepertinya perang dan kedengkian atas nama agama tidak bisa dihindari. Semua ingin benar. Semua ingin menang. Semua ingin ini dan itu. Semua ingin surga!

Lalu solusinya apa?

Pernah dengar toleransi? Ah klise memang, namun itulah kenyataannya. Sesama warga negara Indonesia, berbeda agama, ribut-ribut, saling serang, saling hardik, saling bakar. Yang menang dapat apa? Puas?? Yang kalah? Duh, Malang sekali. Keduanya masih menapak di Tanah ini kan? Iya sama. Nah! Disitulah benang merahnya. Atas nama persaudaraan satu kewarganegaraan mengapa harus bertikai? Mengapa harus saling menyingkirkan? Agama manapun tiada pernah menang jika hal-hal negara terinjak-injak, karena sejatinya, Indonesia itu istimewa. Indonesia adalah berkah. Indonesia tanah tumpah, tanah surga. Damai, tenang, dan indah. Mari bersama tanamkan teloransi. Hindari perselisihan antar umat beragama. Sekali lagi, toleransi.

Summary