Terorisme itu jahat, bukan jihad


_20160803_143208


Mari membuka mata. Hari ini banyak sekali yang salah kaprah tentang apa itu jihad, apa itu syahid?
Jihad adalah berjuang di jalan Allah, berjuang semata-mata membela agama Allah. Lantas, apakah para teroris pantas disebut sebagai pelaku jihad? Terkhusus di Indonesia, pantaskah apabila jihad yang mengatasnamakan agama tersebut malah mendatangkan mimpi buruk bagi orang lain? Terlebih sasarannya seringkali tidak pandang bulu, mulai dari aparat negara, rakyat sipil, bahkan anak-anak tak berdosa. Dimana sisi jihad itu ada? Mari renungkan baik-baik, apakah pantas tindakan seorang teroris masih disebut jihad?

Syahid. Syahid adalah keadaan mati di jalan Allah, karena membela mati-matian agama sampai titik darah penghabisan. Mari kita telaah, apakah kematian para teroris layak disebut syahid? Apakah Allah akan senang apabila agama-Nya dibela dengan menimbulkan peregangan nyawa bahkan kerugian yang mendalam pada orang-orang yang belum tentu berdosa dan dianggap sebagai musuh agama?

Mari bersama membentengi diri dengan dokma-dokma tanpa rasionalitas yang saat ini mendorong anak-anak muda semakin berpikir radikal, mari bentengi diri dari paham-paham yang mengatasnamakan agama demi kepentingan sendiri namun merugikan banyak orang lain yang jelas-jelas tidak bersalah.

Indonesia butuh anak-anak muda yang berpikiran terbuka, selalu menghargai perbedaan, selalu menghargai satu sama lain, dan menghindari tindakan anarki maupun radikal dalam bentuk dan atas dasar apapun.

Hari ini kita merindukan Indonesia yang sepenuhnya mampu merealisasikan pandangan dunia bahwa kita adalah negara dengan penduduk paling ramah, penduduk yang menjunjung tinggi musyawarah dan kekeluargaan.

Tindakan radikal dan terorisme tidaklah pantas untuk disebut jihad dan kematian pelaku teroris bukanlah suatu keadaan yang syahid. Jangan mencampur adukan istilah yang malah nantinya melencengkan arti dari istilah sebenarnya.

  • Kunci dari mewujudkan Indonesia yang damai adalah dengan berpikir jernih, hindari perpecahan, dan terus menebar kebaikan, karena Indonesia tidak pernah mengenal apa itu jihad yang jahat. Indonesia hanya perlu menggerakkan jihad dalam kebaikan.