Sebuah Bukti Persaudaraan Lintas Iman

FB_IMG_1469933868763

Successful Team: Salah satu grup terkompak dalam AUSA 2015 di Bangkok


Saya mengalaminya sendiri. Ya, selama dua minggu penuh saya yang seorang muslim, dapat menjalani hari-hari yang luar biasa dengan mereka. Sahabat-sahabat lintas iman saya.

Adalah AUSA, Asean University Student Assembly, sebuah event pertukaran pelajar se-ASEAN pada tahun 2015 yang mampu menguatkan saya bahwa perbedaan hanyalah batas dan dapat dengan mudah diterjang melalui semangat persaudaraan.

Sebuah foto dengan keceriaan diatas inilah, yang membuat saya mampu menuliskan bahwa persaudaraan lintas iman tidaklah seburuk yang ditakutkan oleh sebagian. Lihatlah bahwa kami satu tim yang terdiri dari berbagai latar belakang negara, bahasa, budaya, bahkan agama yang berbeda, mampu membangun tim yang utuh hingga kini. Kami masih saling berinteraksi satu sama lain dalam grup Line, untuk sekedar mengobrol ringan hingga berdiskusi serius perihal isu-isu internasional. Saya tak pernah menyangka, bahwa bersahabat dengan mereka yang Kristen, Budha, Katholik, bahkan Atheis sekalipun membuat cara berpikir saya semakin terbuka.

Saya banyak belajar dari mereka. Belajar apa arti dari perbedaan, belajar menghargai, belajar menerima, dan intinya belajar agar semangat persaudaraan di atas segala perbedaan ini tetap utuh dan berkelanjutan.

Saya yakin, dengan semangat perdamaian dan persaudaraan, segala perbedaan tidak akan sampai kepada tindakan yang merugikan pihak lainnya. Melihat bahwa Indonesia memiliki keanekaragaman suku, budaya, dan agama, hal ini perlu menjadi kajian utama bahwa memahami perbedaan adalah salah satu hal yang harus Indonesia terapkan sejak kini.

Ketika isu-isu terorisme yang dilatar belakangi oleh perbedaan pendapat, keyakinan, dan kesalahpahaman, tentunya hal ini dapat dibicarakan dengan kepala dingin, dimusyawarahkan secara kekeluargaan tanpa adanya pertumpahan darah satu sama lain.

Melalui foto dan cerita singkat ini, saya meyakinkan diri untuk selalu memperkokoh rasa persaudaraan terhadap sesama. Dibawah kibaran bendera perdamaian saya mengajak semua untuk tetap mewujudkan rasa persaudaraan di atas perbedaan, karena persaudaraan lintas iman sekalipun akan menimbulkan impact yang begitu besar salah satunya yakni pencegahan terorisme dan perpecahan.

 

Salam perdamaian!