Berbeda, tapi tak Saling Curiga

Berbeda dalam Warna, Namun tetap damai dalam Cerita

Berbeda dalam Warna, Namun tetap damai dalam Cerita

 

Alangkah indahnya ketika melihat masyarakat berbeda kepercayaan tetap saling menyapa, tersenyum dan saling percaya satu sama lain. Tidak saling curiga, tetap saling membantu dan bergotong royong, namun tetap utuh dan kokoh dengan kepercayaan terhadap iman masing-masing.

Kecurigaan karena perbedaan keyakinan memang terkadang bisa memicu konflik. Bagi negara Indonesia, perbedaan adalah yang patut bisa dipelajari demi terciptanya perdamaian. Negara multikultural ini bisa menjadi percontohan dalam kamus damai dunia.

Tak hanya tradisi dan budaya, tapi rasa percaya antara umat berbeda keyakinan menjadi tolok ukur akan rasa toleransi di negara tersebut. Rasa toleransi yang tak mencampurkan keyakinan tiap individu terhadap individu lain, namun rasa toleransi akan menghargai kepercayaan masing-masing.

Tak heran, ketika umat beragama merayakan hari rayanya masing-masing timbul euforia dan perasaan berada dalam atmosfer perayaan tersebut. Meski secara syariat saling mengikuti itu bertentangan dan tidak diperbolehkan. Yang diperbolehkan adalah untuk saling menghargai dan memberi kepercayaan untuk rasa aman di setiap momen perayaan yang berbeda. Dengan begitu, konflik perayaan antar umat dengan keyakinan berbeda dapat dihindari.

Ketika, komodifikasi dan simbol agama dijadikan label dan stigma negatif, kepercayaan itupun bisa luntur. Kepercayaan yang bisa malah beralih menjadi prasangka buruk. Hal itu bisa dicegah dengan tidak menaruh prasangka terhadap penampilan dan stigma terhadap kepercayaan tertentu.

“Bagimu agamamu, Bagiku agamaku.” Dalam firman Al-Quran pun sudah jelas untuk jangan sampai mencampurkan perihal kepercayaan terhadap keyakinan. Toleransi perbedaan bukan berarti untuk ikut-ikutan, namun juga bukan berarti untuk saling menghancurkan.

Berbeda hal dengan menaruh kepercayaan terhadap individu tertentu, artinya kita tidak memberikakn prasangka dan cap negatif, sehingga apapun keyakinanmu tetaplah percaya bahwa setiap manusia memiliki rasa yang sama untuk ingin dipercaya.

Toleransi beragama memang bukan mengajarkan untuk saling ikut-ikutan dalam keyakinan setiap agama. Namun, toleransi yang ditanamkan untuk saling menghormati dan tak saling curiga antar manusia meski berbeda keyakinan.

#ADP

Summary
Article Name
Berbeda, tapi tak Saling Curiga
Description
Berbeda dalam Warna, Namun tetap damai dalam Cerita
Author
Publisher Name
Gerakan Duta Damai
Publisher Logo