Pelatihan Duta Damai Dunia Maya 2016 “Aksi Damai Jangan Kalah Pesat”

Aksi Damai Jangan Kalah Pesat

Maraknya penyebaran paham radikalisme dan terorisme di dunia maya Indonesia sangatlah pesat. Dan anak muda sebagai penggiat dunia maya rentan sekali terpengaruhi oleh paham-paham tersebut. Jika tidak dibekali dengan pendirian agama dan ideologi yang kuat, maka akan semakin banyak korban-korban propaganda radikalisme dan terorisme di Indonesia yang sasaran pada umumnya adalah generasi muda.

Jakarta (14/6), Badan Nasional Penanggulangan Terorisme atau akrab disebut BNPT mengadakan Pelatihan Duta Damai Dunia Maya 2016 di Hotel Kartika Chandra, Jl. Gatot Subroto. “Acara ini diadakan dalam rangka upaya penanggulangan terorisme yang target utamanya adalah anak muda. Karena itu target pesertanya ialah anak muda juga,” ujar Tito Karnavian, selaku Kepala BNPT.

Upaya tersebut juga dilakukan agar anak muda dapat membentengi dirinya dan tidak mudah terpengaruh dengan paham-paham radikalisme dan terorisme yang saat ini sangat cepat disebarkan oleh penganut ideologi tersebut.

Di Pelatihan Duta Damai Dunia Maya 2016 ini, peserta yang mayoritas adalah anak muda (kisaran umur 19 – 30) dilatih secara intensif tentang bagaimana upaya dan sikap yang harus diambil ketika mereka menghadapi praktek-praktek yang cenderung provokatif dan mengandung propaganda radikalisme dan terorisme.

Diantaranya dengan memberikan pemahaman apa itu terorisme, pelatihan teknologi dan informasi, desain komunikasi visual, dan jurnalisme. “Karena kita nantinya diharapkan dapat bergerak secara aktif di dunia maya,” ujar Pertiwi, salah satu peserta Pelatihan Duta Damai ketika ditanya kenapa harus dilatih dalam bidang-bidang tersebut.

Kedepannya diharapkan bagi para generasi muda, khususnya para penggiat dunia maya supaya tidak hanya memberi manfaat kepada diri sendiri, melainkan juga kepada orang-orang disekitarnya. Mengingat bahwa radikalisme dan terorisme tidak pandang bulu dan bisa menyerang siapa saja. Karena itu, aksi perdamaian harus tersebar pesat seiringan atau bahkan selangkah lebih maju dari penyebaran paham radikalisme dan terorisme.

#BORNEOVERANDO