Cara Gaul Ramadan Jadi Asik

Ramadan. Bulan penuh berkah. Banyak umat muslim yang menjadikan ramadan sebagai momentum perbaikan diri ke arah lebih baik. Untuk generasi muda, ramadan idealnya jadi ajang pembelajaran. Gak cuma belajar menahan lapar dan haus aja. Tapi belajar melawan hawa nafsu. Generasi muda cenderung atraktif dalam menghadapi suatu situasi. Kesabaran masih perlu terus dilatih.

Tapi, bukan berarti di bulan ramadan harus berdiam diri aja. Tidak melakukan apa-apa untuk menjaga kesabaran bukan caranya “anak muda”. Di bulan ramadan ini, kita masih bisa jadi generasi muda yang gaul.
Mau tau caranya ? ini nih, caranya.

Jangan kasih kendor
Punya segudang kegiatan yang positif seperti tadarus, olahraga, jalan-jalan, dan lain-lainnya jadi ciri-ciri dari generasi muda yang aktif. Perut kosong, tenggorokan kering, bukan halangan untuk bisa bergerak aktif. Walaupun tidur jadi ibadah di bulan ramadan, generasi muda yang gaul pantang buang-buang masa mudanya dengan kebanyakkan tidur. Jangan kasih kendor semangat muda kita. Dengan berkegiatan positif, waktu akan terasa berlalu dengan cepat dan juga bermanfaat pastinya.

Mendekatkan yang jauh dan dekat
Momen yang membahagiakan adalah bisa kumpul dengan keluarga ataupun teman-teman. Tapi karena kesibukkan dunia, menjalin tali silahturahmi bukan lagi prioritas. Nah, bulan ramadan pas banget mengajak keluarga ataupun teman-teman berkumpul menjalin tali silahturahmi lebih erat.

Banyak Sedekah
Bertambahnya rezeki, Mengurangi sifat iri, dan bukti rasa syukur adalah beberapa manfaat dari sedekah. Karena usia yang muda, bukan berarti kita sebagai generasi muda gak bisa sedekah, loh. Sedekah tenaga, bakti sosial, dan penggalangan dana jadi beberapa cara generasi muda bersedekah. Senyum aja jadi sedekah.

Jangan Mau Kalah
Kalau kata bang Haji Rhoma Irama, “Darah muda darahnya para remaja. Yang selalu merasa gagah. Tak pernah mau mengalah.” Jika diartikan secara positif, generasi muda yang gaul itu gagah melawan hawa nafsu. Hidup jadi lebih beragam dan berwarna dengan rasa teloransi yang tinggi. Jangan mau kalah dengan hasutan yang bisa menimbulkan perpecahan.

Ramadan akan lebih indah dan asik jika kita berbuat sesuatu yang bermanfaat. Bukan hanya untuk diri sendiri, tapi bisa juga masyarakat pada umumnya. Menjaga silahturahmi dan memperbanyak sedekah jadi suatu bentuk syukur. Dan hidup pun damai tanpa perpecahan.